Sabtu, 02 Januari 2010

Interval - Teori Dasar Harmoni - Musik

Harmoni adalah ilmu musik yang mempelajari tentang hubungan antar nada, bisa dibilang ilmu keselarasan nada. Pembahasanya antara lain mengenai interval dan akord, yang mana kedua hal tersebut sangat bermanfaat untuk mengenal akord/kord/kunci pada iringan lagu. Lebih jauh dapat sebagai ilmu dasar untuk aransemen baik aransemen pada vokal (Vokal grup, Paduan Suara) maupun insrumen (Ansambel, Orkestra, dll) Interval adalah jarak nada satu ke nada yang lain Untuk menamakan interval tertentu diperlukan 3 hal 1. Perhitungan Jarak 2. Nilai Jarak 3. Sifat Jarak 1. Perhitungan Jarak Perhitungan jarak adalah jumlah nada dari nada awal ke nada terkhir. Nama-nama perhitungan jarak sebagai berikut: a. Perhitungan jarak 1 adalah Prime b. Perhitungan jarak 2 adalah Scunde c. Perhitungan jarak 3 adalah Tert d. Perhitungan jarak 4 adalah Kwart e. Perhitungan jarak 5 adalah Kwint f. Perhitungan jarak 6 adalah Sekt g. Perhitungan jarak 7 adalah septime h. Perhitungan jarak 8 adalah oktave Penjelasan: Contoh 1 interval dari nada C - C perhitungan jaraknya = Prime karena jumlah nadanya cuma 1 yaitu C Contoh 2 interval dari nada D - F perhitungan jaraknya = Tert karena jumlah nadanya ada 3 yaitu D, E, dan F 2. Nilai Jarak Nilai jarak dihitung dari jarak nada satu ke nada yang lain, contoh: jarak 1 (satu) : C-D, D-E, F-G, G-A, A-B, Cis-Dis, Es-F dsb. jarak 1/2 (setengah) : E-F, B-c, Fis-G, D-Es, Gis-A, dsb. Penjelasan: Contoh 1 interval dari nada C-C nilai jaraknya = 0 Contoh 2 interval dari nada C-E nilai jaraknya = 2 karena C-D = 1 dan D-E = 1 totalnya 2 Contoh 3 interval dari nada D-A nilai jaraknya = 3 1/2 (tiga setengah) karena D-E = 1, E-F = 1/2, F-G = 1 dan G-A = 1 totalnya 3 1/2 3. Sifat Jarak dan Nama Interval Sifat jarak ada 5 yaitu: 1. Perfeck (murni) 2. Mayor (besar) 3. Minor (kecil) 4. Diminis (kurang) 5. Augment (lebih) Cara menentukan sebuah interval mempunyai sifat jarak yang yang mana diantara kelima sifat jarak diatas: Anda harus mengenal sifat jarak Inti 1. Jika perhitungan jaraknya Prime, bernilai jarak 0, sifat jaraknya adalah Perfeck. Contoh: interval C - C Perhitungan jaraknya : Prime Nilai Jaraknya : 0 Sifat jaraknya : Perfekc Nama Intervalnya : Prime Perfeck 2. Jika perhitungan jaraknya Scunde, bernilai jarak 1, sifat jaraknya adalah Mayor Contoh: interval D - F Perhitungan jaraknya : Scunde Nilai Jaraknya : 1 Sifat jaraknya : Mayor Nama Intervalnya : Scunde Mayor demikian seterusnya (untuk no 3-8) 3. Jika perhitungan jaraknya Tert, bernilai jarak 2, sifat jaraknya adalah Mayor 4. Jika perhitungan jaraknya Kwart, bernilai jarak 2 1/2 sifat jaraknya adalah Perfeck 5. Jika perhitungan jaraknya Kwint, bernilai jarak 3 1/2, sifat jaraknya adalah Perfeck 6. Jika perhitungan jaraknya Sekt, bernilai jarak 4 1/2, sifat jaraknya adalah Mayor 7. Jika perhitungan jaraknya Septime, bernilai jarak 5 1/2, sifat jaraknya adalah Mayor 8. Jika perhitungan jaraknya Oktave, bernilai jarak 6, sifat jaraknya adalah Perfeck Lho kok hanya 2 dari sifat jarak saja yang dibahas, 3 yang lain bagaimana? Diminis ___________ -1/2 ___________ Perfeck ___ + 1/2 ____ Augment Diminis___ -1/2 ___ Minor __ -1/2 ___Mayor ___ + 1/2 _____ Augment Penjelasan: Intinya adalah pada 2 sifat inti yaitu Perfeck dan mayor. Anda harus ingat perhitungan jarak berapa yang bersifat Perfeck ( Prime, Kwrat, Kwint, Oktave) dan perhitumgan jarak apa yang bersifat Mayor ( Scunde, Tert, Sekt dan Septime) Perhitungan jaraknya Prime sifat jaraknya perfeck bila nilai jaraknya 0, bila nilai jaraknya 1/2 berarti lebih 1/2 (+1/2), maka sifat jaraknya adalah Augment Contoh soal 1 : interval D - Dis Perhitungan jarak : Prime Nilai jarak : 1/2 Sifat jarak : Augment (karena + 1/2 dari sifat asli yaitu perfeck) Nama Interval : Prime Augment Contoh Soal 2 : Interval D - Ges Perhitungan jarak : Kwart Nilai Jarak : 2 Sifat Jarak : Diminis, (karena -1/2 dari sifat asli yaitu perfeck) Nama Interval : Kwart Diminis Contoh soal 3 Interval E - F Perhitungan jarak : Scunde Nilai Jarak : 1/2 Sifat jarak : Minor ( karena -1/2 dari sifat asli Mayor) Nama Interval : Scunde Minor Contoh Soal 4 Interval Cis - As Perhitungan jarak : Sekt Nilai Jarak : 3 1/2 Sifat Jarak : Diminis (karena -1/2 x 2 dari sifat asli Mayor) Contoh Soal 5 Interval As - B Perhitungan Jarak : Scunde Nilai Jarak : 1 1/2 Sifat Jarak : Augment (karena +1/2 dari sifat asli Mayor) Nama Interval : Scunde Augment Selamat berlatih dan semoga sukses !!!!

Trinada - Dasar Akord - Harmoni - Teori Musik

TRINADA Setelah anda mengenal dan memahami interval nada, apabila anda ingin memahami harmoni lebih lanjut, anda harus meahami Trinada. Arti Trinada/Triad Dasar/bagian terkecil dari akord yang terdiri dari tiga nada, yaitu nada dasar, nada tert/nada ke- 3 (dalam teori interval adalah perhitungan jarak 3) dan kwint/nada ke-5. Contoh: C - E - G, D - F - A, A - Cis - E, Bes - D - F, dsb. Macam Trinada Menurut Sifatnya 1. Trinada Mayor Dibentuk oleh nada dasar, tert mayor (nilai jarak 2) dan kwint perfec (nilai jaraknya 3 1/2 bila dihitung dari nada dasar)--- nilai jaraknya 2 - 3 1/2 atau 2 - 1 1/2 (1 1/2 dihitung dari nada tert ke nada kwint) 2. Trinada Minor Dibentuk oleh nada dasar, tert minor (nilai jarak 1 1/2) dan kwint perfeck (nilai jarak 3 1/2)--- nilai jaraknya 1 1/2 - 3 1/2 atau 1 1/2 - 2 ( 2 dihitung dari nada tert ke nada kwint) Contoh Soal 1: - Trinada apakah C - E - G ? Untuk menjawabnya anda harus mencari nilai jarak antara nada C ke E dan nilai jarak antara E ke G. Nilai jarak C - D = 2 ( C - D = 1, D - E = 1). Nilai jarak E - G = 1 1/2 (E - F = 1/2, F - G = 1) Berarti nilai jarak ketiga nadanya 2 - 1 1/2. Jadi trinada C - E - G adalah trinada Mayor, karena nada dasarnya adalah C, maka nama trinadanya adalah: C mayor atau C (c ditulis dengan huruf besar) - Trinada apakah C - Es - G ? Untuk menjawabnya anda juga harus mencari nilai jarak antara nada C ke Es dan nilai jarak Es ke G. Nilai jarak C - Es = 1 1/2 (C - D = 1, D - Es = 1/2 karena nada Es adalah nada E yang mendapat tanda mol/diturunkan 1/2 laras) Nilai Jarak Es - G = 2 (Es - F = 1, F - G = 1) Jadi nilai jaraknya: 1 1/2 - 2. Jadi trinada C - Es - G adalah trinada Minor. karena nada dasarnya C, maka nama trinadanya adalah: C minor atau Cm (C ditulis huruf besar dan m ditulis dengan huruf kecil) c. Trinada Diminis Dibentuk oleh nada dasar, tert minor (nilai jarak 1 1/2) dan Kwint Diminis (nilai jarak 3 bila dihitung dari nada dasar) --- 1 1/2 - 3 atau 1 1/2 - 1 1/2 (nilai jarak 1 1/2 yang terakir dihitung dari nada tert ke nada kwint). d. Trinada Augment Dibentuk oleh nada dasar, tert mayor (nilai jaraknya 2) dan Kwint Augment (nilai jaraknya 4 bila dihitung dari nada dasar)--- 2 - 4 atau 2 - 2 (nilai jarak 2 yang terakhir dihitung dari nada tert ke nada kwint.) Contoh Soal 2: - Trinada apakah C - Es - Ges ? Untuk menjawabya anda harus menghitung nilai jarak C ke Es dan dari nada Es ke nada Ges. Nilai jarak C - Es adalah 1 1/2 dan nilai jarak Es ke Ges adalah 1 1/2 (Es - F = 1, F - Ges = 1/2) Jadi nilai jaraknya 1 1/2 - 1 1/2 Jadi trinada C - Es - G adalah trinada Diminis. Karena nada dasarnya C, maka nama trinadanya adalah C diminis atau C dim (C ditulis denga huruf besar dan dim ditulis dengan huruf kecil) - Trinada apakah C - E - Gis ? Untuk menjawabnya anda juga harus menghitung nilai jarak C - E dan dari nada E ke Gis. Nilai jarak C - E adalah 2 dan E - Gis adalah 2 ( E - F = 1/2, dan F - Gis = 1 1/2) Jadi nilai jaraknya adalah 2 - 2 Jadi trinada C - E - Gis adalah trinada Augment. Karena nada dasarnya C, maka nama trinadanya adalah C Augment/C Aug (C ditulis dengan huruf besar Aug, A ditulis dengan huruf besar) Dengan menghitung nilai jarak sendiri anda akan dapat mencari sendiri trinada apa saja. Anda tidak akan mengalami kesulitan meskipun nada-nadanya diakhiri dengan is (dinaikkan 1/2 laras) atau es (diturunkan 1/2 laras). Anda tidah harus menghafal akord-akord pada alat musik, baik yang berupa keyboard (Piano, Organ, El. Keyboard) maupun alat musik yang lain seperti gitar, atau bahkan kemana-mana membawa buku yang berisi gambar-gambar tuts keyboard yang menggambarkan posisi akord.

Pelajaran Aransemen di SMP

Aransemen (arrangement) adalah gubahan lagu untuk permainan bersama baik vocal maupun instrumental/ alat musik (Banoe, 1995: 17). Aransemen (Arrangement) ialah pekerjaan menggubah suatu komposisi untuk satu atau lebih instrument dan vokal atas karya, yang sebelumnya sudah ditulis oleh sang komponis. Orangnya disebut Arranger atau Arransir (Tambojang, 1992: 19). Aransemen (Belanda arransement) ialah lagu yang digubah dalam beberapa suara (party) untuk koor atau orkes. Secara difinisi aransemen dapat diartikan usaha yang dilakukan terhadap karya musik untuk suatu pergelaran. Pengerjaannya bukan sekedar teknis namun juga menyangkut aspek artistik aransemen (Subagio, 2007: 37). Aransemen dapat diartikan sebagai usaha menggubah lagu, yang terdiri dari susunan melodi dan syair/ lirik asli menjadi suatu karya musik yang utuh dengan cara menambahkan unsur-unsur iringan alat musik di dalamnya baik iringan alat musik ritmis, melodis dan harmonis, sehingga lagu yang tadinya hanya terdiri dari susunan melodi dan syair menjadi lagu yang lengkap sehingga menjadi musik yang indah untuk dinikmati. ARANSEMEN YANG BAGAIMANA UNTUK SISWA SMP Sekolah Menengah (umum)Pertama merupakan sekolah non kejuruan. Dilihat dari segi input siswa, pada tingkat ini hampir seluruh siswa belum bisa menulis notasi balok artinya bukan hanya menulis dalam arti menyalin notasi not balok tetapi menulis not balok secara nyata, yaitu menulis not angka ke dalam not balok, ataupun menulis nada-nada yang ada di perasaan mereka ke dalam not balok. Sebagian kecil siswa telah menguasai alat musik gitar, recorder, pianika. Sebagian hanya dapat menyanyi. Sebagian lagi tidak bisa memainkan alat musik diatas dan juga tidak dapat menyanyi dengan baik. Keadaan tersebut mungkin terjadi di hampir sekolah SMP di Indonesia. Nah bagaimana dalam pelajaran aransemen ini semua siswa terlibat dalam pelajaran ARANSEMEN? Langkah guru harus bijak, jangan sampai siswa menjadi STRES gara-gara pendidikan Seni Budaya yang tujuannya membuat siswa apresiatif dan ekspresif dan kreatif. Saya mencoba bagi-bagi pengalaman ini agar guru-guru SBK yang mengalami kesulitan dalam mengajar aransemen di SMP dapat mempunyai bahan perbandingan. Langkah-Langkah 1. Membagi kelas dalam beberapa kelompok ---Usahakan anggota kelompok yang heterogen. Bisa main alat musik & bisa menyanyi, bisa main musik saja, bisa menyanyi saja, tidak bisa main musik tidak bisa menyanyi. 2. Masing-masing kelompok wajib membawa alat musik perkusidan alat musik pilihan siswa. aLAT MUSIK PERKUSI seperti (tambotine, triangle, gendang/ketipung, maracas). Bila alat musik tersebut tidak disediakan di sekolah alat musik bisa diganti dengan alat musik adaptif/tiruan dengan menggunakan benda dari paeralatan rumah tangga, seperti galon air pengganti ketipung, botol air kemasan yang diisi biji-bijian pengganti maracas, dan lain-lainnya. Sedangkan alat musik pilihannya adalah gitar. 3. Masing-masing kelompok diberi tugas mengaransemen lagu. ---Aransemen tidak ditulis tetapi langsung dimainkan 4. Hasil Aransemen dimainkan didepan kelas. ---Usahakan penampilan siswa dilakukan 2 kali. Penampilan yang pertama dikomentari berupa kritik dan saran perbaikan untuk penampilan ke 2. Penilaian hendaknya dilakukan pada semua penampilan. KELEBIHAN METODE INI 1.Pembelajaran menjadi efektif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Efektif karena dengan peralatan yang sederhana, murah, semua anak dapat membawa alat musik ke dekolah dan memainkannya. Kreatif karena dengan memanfaatkan barang bekas menjadi barang yang berguna. Dan barang itu tidak ada di sekolah. Inovatif dan menyenangkan karena dengan pementasan karya aransemen tidak perlu ditulis, hal yang merupakan kemustahilan bagi siswa SMP untuk menuliskan hasil aransemen ke dalam notasi. Menyenangkan karena bisa melihat penampilan teman-teman lain memainkan musik dan bernyanyi. 2.Dengan berkelompok siswa dilatih untuk bersosialisasi. Banyak manfaat dari bersosialisasi di sini, seperti kerjasama, penghargaan terhadap pendapat orang lain, dan latihan kepemimpinan. 3.Siswa dilatih untuk percaya diri, bereksresi di depan panggung melalui pementasan. 4.Siswa dilatih untuk dapat menghargai karya orang lain, dengan dilibatkanya siswa menjadi penonton, 5.Siswa dibiasakan untuk menghargai kesederhanaan. Musik tidak selamanya menggunakan alat musik yang mahal. Sederhanapun bernilai tinggi bila desentuh kreatifitas. KELEMAHAN Metode pengajaran tidak ada yang sempurna 100%, kalau ada kelebihannya tentu ada juga kekurangannya. Berikut ini adalah kekurangan dari penggunaan peralatan rumah tangga sebegai media pembelajaran aransemen. 1.Di awal-awal pertemuan siswa malu-malu untuk memainkan alat musik dari bekas peralatan rumah tangga. Guru harus selalu memberi pengertian yang positif. 2.Dengan pembentukan kelompok pada evaluasi (pementasan) penilaian individual menjadi terabaikan.